Ma’asyiral Muslimin…
Memakmurkan masjid merupakan tanda
keimanan seorang hamba. Di antara memakmurkan masjid adalah dengan membangun
dan memelihara masjid. Memakmurkan masjid secara maknawi adalah meramaikan
masjid dengan ibadah-ibadah seperti bedzikir, shalat berjamaah, membaca
al-Qur`an, majlis taklim, dan kegiatan umat lainnya.
Kaum
muslimin yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sesungguhnya
memakmurkan masjid adalah ibadah yang sangat agung di sisi Allah Subhanahu wa
Ta’ala, buktinya adalah banyaknya keutamaan dan pahala yang disiapkan bagi
orang yang memakmurkan rumah Allah dengan melaksanakan shalat berjamaah di
dalamnya, di antaranya adalah:
Pertama: Memakmurkan masjid merupakan salah satu tanda
kesempurnaan iman seorang hamba, Allah berfirman:
إِنَّمَا
يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ
الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ
أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Artinya:
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan hari akhir dan mendirikan shalat, menunaikan zakat
serta tidak takut kecuali kepada Allah, maka semoga mereka termasuk orang-orang
yang diberi hidayah.” [QS. At-Taubah: 18].
Ya,
memakmurkan masjid dengan rutin melaksanakan shalat berjamaah di dalamnya
adalah amalan yang berat, namun yang menentukan mudahnya kita dalam
melaksanakan ibadah ini bukan karena faktor tegapnya badan dan kuatnya otot,
namun faktor yang terbesar adalah kualitas iman yang menyala di dalam dada,
olehnya banyak kita dapati seorang yang tegap badannya, sehat wal afiyat, dan
usianya masih muda, namun dia tidak mampu melangkahkan kakinya ke masjid walau
selangkah, padahal dia seorang muslim, namun sebaliknya, betapa banyak kita
dapati orang tua yang ringkih, berjalan dengan menyeret kakinya, dan diiringi
dengan batuk yang khas, namun ia sangat rajin mengunjungi dan memakmurkan rumah
Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا
رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ
Artinya:
“Jika kalian melihat seseorang rutin ke masjid (di antaranya melaksanakan
shalat berjamaah), maka saksikanlah bahwa dia adalah orang yang beriman.” [HR.
Tirmidzi, dan dilemahkan oleh Syaikh Albani, namun maknanya benar, sesuai
dengan ayat di atas].
Kedua: Allah akan melipatgandakan pahalanya.
Sebagaimana
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
صَلاَةُ
الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Artinya:
“Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendiri sebanyak dua puluh tujuh
derajat.” [HR. Bukhari dan Muslim].
Tentunya
ini merupakan hal yang luar biasa, amalannya sama, jumlah rakaatnya juga sama,
yang berbeda hanya langkah kaki untuk menuju ke masjid dengan jarak yang
relatif dekat, namun perbedaan yang mencolok adalah pada perbedaan pahala yang
signifikan, yaitu 27 derajat.
Ketiga: Shalat berjamaah menghapus dosa-dosa kecil dan mengangkat
derajat di sisi Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ
أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَرْفَعُ اللهُ بِهِ الدَّرَجَاتِ، وَيَمْحُو بِهِ
الْخَطَايَا؟ كَثْرَةُ الْخُطَى إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ
بَعْدَ الصَّلاَةِ، وَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ
Artinya:
“Maukah kalian aku tunjukkan pada amalan yang dengannya Allah mengangkat
derajat dan menghapuskan dosa-dosa? Banyak melangkahkan kaki ke masjid,
menunggu shalat setelah melaksanakan shalat, dan menyempurnakan wudhu pada
waktu-waktu yang sulit.” [HR. Ahmad, shahih].
Siapakah
dari kita yang tidak ingin diampuni dosanya, dan siapakah di antara kita
yang tidak ingin diangkat derajatnya oleh Allah? Dua keutamaan ini dapat kita
wujudkan dengan melangkahkan kaki menuju rumah-rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Keempat: Orang yang mencintai masjid dan memakmurkannya berhak
mendapatkan naungan dari Allah pada hari kiamat kelak.
Sebagaimana
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
سَبْعَةٌ
يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ … وَمِنْهُمْ:
وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ
Artinya:
“Ada tujuh golongan yang berhak mendapatkan naungan dari Allah pada hari
kiamat…di antaranya adalah: Seorang yang hatinya tertaut dengan masjid.” [HR
Bukhari dan Muslim].
Tertautnya
hati dengan masjid berkonsekuensi pada amalan yang menunjukkan kecintaannya
kepada masjid, seperti menghadiri shalat berjamaah, memakmurkan masjid dengan
menghadiri majelis taklim dan lain sebagainya.
Kelima: Doa malaikat bagi orang yang berdiam diri di tempat ia
shalat selama tidak batal wudhunya.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَلَائِكَةُ
تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ اللَّهُمَّ
اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
Artinya:
“Para Malaikat senantiasa mendoakan salah seorang di antara kalian selama duduk
di tempat ia shalat (masjid) selama belum batal wudhunya, (doanya adalah) Ya
Allah, ampunilah dosanya, Ya Allah sayangilah ia.” [HR. Bukhari dan Muslim].
Amalan
yang relatif ringan, namun memiliki keutamaan yang luar biasa di sisi Allah,
yaitu doa makhluk Allah yang mulia, yaitu para malaikat-Nya.
Kaum
muslimin yang dirahmati oleh Allah.
Inilah
sebagian keutamaan dari memakmurkan rumah-rumah Allah dengan melaksanakan
shalat berjamaah di dalamnya, dan masih banyak lagi keutamaan yang lain yang
tidak dapat kita jelaskan di dalam majlis yang pendek ini.
Semoga
keutamaan-keutamaan ini memotivasi kita untuk semakin cinta masjid dan semakin
senang memakmurkan masjid, bukan cuma dengan shalat shubuh, namun semua waktu
shalat
Obat Aborsi Online
BalasHapus